Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri

Pemerintah menyiapkan koperasi sebagai pusat bahan baku bioetanol untuk menghubungkan petani dengan fasilitas pengolahan dan memperkuat pasokan.

koperasi jadi pusat bahan baku bioetanol dan penghubung petani
Pemerintah menyiapkan skema koperasi untuk menghubungkan petani pemasok bahan baku dengan industri pengolahan bioetanol. (Dok. Ist)

TAJAM.NET — Pemerintah menyiapkan koperasi sebagai pusat pengumpulan bahan baku bioetanol untuk menghubungkan hasil produksi petani dengan fasilitas pengolahan. Skema ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dan pasokan bagi industri.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pengembangan bioetanol membutuhkan keterhubungan antara sektor pertanian dan industri pengolahan.

Menurutnya, petani membutuhkan pasar yang jelas, sedangkan pelaku industri harus memperoleh bahan baku dalam jumlah cukup dan berkelanjutan agar kapasitas produksi dapat berkembang.

"Jadi, masyarakat juga bisa ikut menanam. Konsep koperasi pun bisa kita jalankan. Koperasi nantinya menjadi pusat pengumpulan bahan baku, sementara fasilitas di sini menjadi penyerap atau offtaker-nya," ujar Todotua dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Koperasi menghubungkan petani dan offtaker

Dalam skema yang disiapkan pemerintah, hasil pertanian masyarakat akan dikonsolidasikan melalui koperasi sebelum disalurkan ke fasilitas pengolahan bioetanol.

Model tersebut diharapkan membuat hubungan antara petani dan industri menjadi lebih terstruktur karena koperasi berperan sebagai titik pengumpulan bahan baku, sementara fasilitas pengolahan bertindak sebagai penyerap hasil produksi atau offtaker.

Todotua menilai pola tersebut penting untuk membangun ekosistem bioetanol dari sektor hulu hingga hilir.

"Petani membutuhkan pasar yang jelas, industri membutuhkan pasokan bahan baku yang cukup, sementara investor membutuhkan kepastian bahwa ekosistem industri dapat berjalan dalam jangka panjang," ujarnya.

Tebu, singkong, dan sorgum berpotensi jadi bahan baku

Pengembangan ekosistem tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut menyediakan komoditas yang dapat diolah menjadi bioetanol.

Indonesia memiliki sejumlah komoditas yang dinilai berpotensi menjadi bahan baku, antara lain tebu, singkong, dan sorgum.

Todotua mengatakan pengembangan bioetanol berkaitan dengan empat agenda utama pemerintah, yakni ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi, dan ketahanan ekonomi.

"Pengembangan bioetanol ini memiliki keterkaitan dengan empat agenda utama, yakni ketahanan energi, hilirisasi, transisi energi dan ketahanan ekonomi," katanya.

Bioethanol Development Center gunakan multi-feedstock

Konsep penguatan rantai pasok serupa juga diterapkan dalam pengembangan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Lampung.

Fasilitas tersebut dikembangkan melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan menerapkan konsep multi-feedstock.

Sumber bahan baku yang disiapkan meliputi molases, sorgum, dan limbah biomassa.

Penggunaan berbagai jenis bahan baku tersebut diharapkan memberikan fleksibilitas sekaligus membantu menjaga kesinambungan pasokan bagi fasilitas pengolahan.

Kapasitas awal mencapai 60 kiloliter

Pada tahap awal, Bioethanol Development Center di Lampung dikembangkan dengan kapasitas 60 kiloliter.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai menghasilkan bioetanol paling lambat pada Desember 2026 untuk mengukur keekonomian produksi.

Todotua menekankan bahwa kepastian pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri bioetanol karena peningkatan kapasitas produksi harus diikuti ketersediaan bahan baku yang memadai.

Skema koperasi, menurut pemerintah, diharapkan dapat mempertemukan kepentingan petani, industri, dan investor dalam satu rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Dengan pola tersebut, pengembangan bioetanol tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga pada penguatan sektor pertanian sebagai sumber bahan baku dari hulu.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi TAJAM.net
Redaksi TAJAM.net
Portal berita Indonesia terkini viral terbaru 2026, update beragam informasi regional dan nasional terpopuler hari ini. Bagian dari Pewarta Network.

BERITA TERBARU

  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri
  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri
  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri
  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri
  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri
  • Koperasi Disiapkan Jadi Pusat Pengadaan Bahan Baku Bioetanol, Petani Terhubung ke Industri