Profil Marino Pusic, Murid Arne Slot yang Pernah Tumbangkan Barcelona Kini Tangani Al Ahli
![]() |
| Marino Pusic resmi dipercaya menangani Al Ahli setelah mencatat prestasi bersama Shakhtar Donetsk, termasuk mengalahkan Barcelona di Liga Champions. (Dok. Ist) |
TAJAM.NET — Al Ahli memasuki babak baru setelah menunjuk Marino Pusic sebagai pelatih kepala menggantikan Matthias Jaissle. Keputusan tersebut menunjukkan keseriusan klub dalam membangun tim dengan filosofi sepak bola menyerang yang telah menjadi ciri khas pelatih asal Belanda itu.
Meski namanya belum setenar sejumlah pelatih elite Eropa, Pusic memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan. Salah satu pencapaian paling menonjolnya adalah membawa Shakhtar Donetsk menaklukkan Barcelona pada fase grup Liga Champions musim 2023-2024.
Berawal dari sekolah kepelatihan Arne Slot
Karier kepelatihan Marino Pusic berkembang dari lingkungan sepak bola Belanda. Ia pernah menjadi asisten Arne Slot saat menangani AZ Alkmaar sebelum kembali bekerja bersama pelatih tersebut di Feyenoord.
Pengalaman itu menjadi fondasi penting dalam membentuk pemahaman taktik Pusic, terutama mengenai permainan menyerang, penguasaan bola, dan intensitas tekanan tinggi yang kini menjadi identitas kepelatihannya.
Setelah menjalani peran sebagai asisten, Pusic memulai karier sebagai pelatih kepala. Ia berhasil mengantar Twente kembali ke kasta tertinggi Liga Belanda sebelum melanjutkan kiprahnya bersama Shakhtar Donetsk.
Di klub Ukraina tersebut, Pusic mempersembahkan gelar Liga Ukraina serta dua trofi Piala Ukraina. Ia juga mencuri perhatian di kompetisi Eropa berkat kemenangan atas Barcelona di Liga Champions.
Mengusung filosofi menyerang
Marino Pusic dikenal mengedepankan permainan ofensif dengan mengandalkan penguasaan bola, pressing tinggi, serta upaya terus-menerus menciptakan peluang dan gol.
Menurut pandangannya, keberhasilan menyerang harus didukung pertahanan yang solid. Karena itu, tim asuhannya selalu berusaha merebut kembali bola secepat mungkin di area permainan lawan agar tekanan tetap terjaga sepanjang pertandingan.
Dalam aspek taktik, Pusic tidak terpaku pada satu pola permainan. Formasi 4-3-3 menjadi pilihan yang paling sering digunakan, namun ia juga siap beralih ke 4-2-3-1 menyesuaikan karakter lawan maupun kebutuhan pertandingan.
Dinilai sesuai dengan karakter Al Ahli
Gaya bermain yang dibawa Pusic dianggap selaras dengan komposisi skuad Al Ahli yang memiliki banyak pemain bertipe menyerang serta kuat dalam penguasaan bola.
Ia juga memberikan keleluasaan kepada bek sayap untuk aktif membantu serangan. Selain itu, perhatian terhadap pergerakan tanpa bola, rotasi posisi antarpemain, kebugaran fisik, dan disiplin kolektif menjadi bagian penting dalam sistem permainan yang diterapkannya.
Pendekatan tersebut diyakini dapat membantu Al Ahli membangun kembali identitas permainannya dalam waktu relatif singkat.
Tantangan besar di Liga Roshn
Meski memiliki catatan positif di Eropa, Marino Pusic tetap menghadapi tantangan besar bersama Al Ahli. Salah satu tugas utamanya adalah memperoleh kembali kepercayaan suporter setelah berakhirnya era Matthias Jaissle.
Selain itu, ia juga dituntut membuktikan bahwa filosofi dan keberhasilan yang diraih bersama Shakhtar Donetsk dapat diterapkan secara efektif di Liga Roshn, kompetisi yang memiliki karakter persaingan dan tekanan berbeda dengan sepak bola Eropa. Keberhasilan meraih hasil positif akan menjadi ukuran utama bagi kiprahnya bersama Al Ahli.

