Petisi Boikot Sarwendah Tembus 58 Ribu Tanda Tangan di Change.org, Emma Warokka: Ya Allah, Mengerikan!
![]() |
| Petisi Boikot Sarwendah Tembus 58 Ribu Tanda Tangan di Change.org |
TAJAM.NET — Polemik yang menyeret nama Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul sebuah petisi boikot yang viral di media sosial. Isu ini mencuat di tengah perseteruan yang melibatkan dirinya dan Ruben Onsu, yang sebelumnya sudah ramai diperbincangkan warganet.
Pada 29 Juni lalu, sebuah petisi bertajuk ‘Cancel Sarwendah dari Media Sosial’ muncul di platform Change.org. Petisi tersebut diinisiasi oleh akun Netizen Update dan langsung menyedot perhatian publik.
Dalam isi petisi itu, pihak penggagas meminta agar Sarwendah tidak lagi diberi ruang dan tidak diglorifikasi di media sosial. Tak hanya itu, mereka juga menyerukan agar brand menghentikan kerja sama promosi, terutama dalam bentuk siaran langsung atau live streaming.
“Agar brand berhenti mempromosikan atau menjual produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis. Kami percaya, setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen,” bunyi keterangan petisi itu.
Petisi tersebut juga menekankan agar perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang dijadikan brand ambassador. Menurut isi petisi, langkah ini merupakan bentuk aspirasi konsumen yang menginginkan praktik promosi lebih bertanggung jawab serta menjunjung etika dan integritas.
Hanya dalam waktu sekitar enam hari sejak diluncurkan, petisi itu telah mengumpulkan 57.543 tanda tangan. Angka tersebut menunjukkan besarnya respons publik terhadap isu yang berkembang.
Sejumlah warganet yang mendukung petisi tersebut menilai bahwa Sarwendah dianggap tidak memberikan contoh yang baik, terutama terkait sikapnya di ruang publik dan hubungannya dengan keluarga.
“Dia menjadi contoh buruk karena memaki dan menyepelekan mantan suami di media sosial. Dia menjadikan laki-laki lain sebagai ayah anak-anaknya, padahal si ayah kandung masih hidup. Dia membiarkan anak perempuannya dirangkul dan dipangku oleh pria lain selain sang ayah,” ujar seorang netizen.
Tak hanya itu, ada pula komentar lain yang menyoroti peran figur publik sebagai panutan masyarakat. Menurut mereka, seorang public figure harus menjaga sikap dan tutur kata di ruang publik.
“Public figure yang merasa statusnya lebih tinggi dan mempertontonkan sikap angkuh ke khalayak luas, tidak pantas dijadikan panutan. Dia tak pantas mendapatkan dukungan dari masyarakat,” kata warganet lainnya.
Ramainya petisi tersebut turut menarik perhatian aktris Emma Warokka. Melalui akun Threads miliknya, ia mengaku terkejut melihat jumlah tanda tangan yang terus bertambah.
“Ya Allah, netizen Indonesia mengerikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, sebagian warganet mengaku mendukung langkah petisi tersebut karena merasa kecewa dengan sikap Sarwendah. Namun, ada juga yang memilih tidak ikut menandatangani karena alasan moral dan kekhawatiran tersendiri.
“Sudah muak dengan kelakuannya. Bukannya minta maaf sama mantan suami malah nantangin, lapor sana sini, tapi enggak ada hasilnya,” kata akun @echa10**.
Sementara itu, pengguna lain menyampaikan pandangan berbeda dengan menolak ikut serta dalam petisi tersebut.
“Takut banget aku tuh matiin rezeki orang lain. Nanti kalau Allah marah, rezeki aku yang dimatiin,” tulis akun @yu**dar.
Hingga kini, Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi terkait petisi boikot tersebut. Namun, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menilai bahwa fenomena itu merupakan konsekuensi dari sikap di ruang publik.
“Pemboikotan merupakan konsekuensi dari apa yang dilakukan atau apa yang disampaikannya di ruang publik. Yang mana, hal itu mungkin mencederai keadilan atau membuat netizen tidak simpatik," kata Minola.

