TfO0TSd7GpM9TSM9TpOiTpA8Gd==

Setop Main Judi Online Jika Tak Ingin Kena Sanksi Hukuman Ini

Setop Main Judi Online Jika Tak Ingin Kena Sanksi Hukuman Ini
Ilustrasi. Peraturan Undang-undang (UU) tentang judi online beserta hukuman bagi pelaku.

TAJAM.net - Judi online merupakan salah satu bentuk perjudian yang dilakukan melalui jaringan internet.

Perjudian online telah menjadi fenomena yang marak terjadi di Indonesia, khususnya dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti kemudahan akses internet, perkembangan teknologi, dan tingginya minat masyarakat terhadap perjudian.

Perjudian online di Indonesia diatur dalam dua peraturan perundang-undangan, yaitu:

  • Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE mengatur mengenai larangan mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Pelaku yang melanggar ketentuan ini dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca juga: Ini Ancaman Kominfo Bagi Rekening Bank yang Terlibat Judi Online, Bakal Diblokir

Sementara itu, Pasal 303 KUHP mengatur mengenai tindak pidana perjudian.

Pasal ini menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan perjudian diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 25 juta.

Berdasarkan kedua peraturan perundang-undangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ancaman sanksi hukuman bagi pelaku judi online adalah sebagai berikut:

  • Pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE).
  • Pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp25 juta (Pasal 303).

Ancaman sanksi hukuman yang lebih berat terdapat dalam Pasal 303 KUHP. Namun, dalam praktiknya, pelaku judi online biasanya hanya diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun sesuai dengan Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE.

Hal ini karena Pasal 303 KUHP lebih sulit untuk dibuktikan, terutama dalam kasus perjudian online.

Baca juga: Kominfo Surati Perusahaan Provider Indonesia, Diajak Bersama Berantas Judi Online

Selain sanksi pidana, pelaku judi online juga dapat dikenai sanksi administratif, di mana sanksi ini dapat dikenakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selaku regulator internet di Indonesia.

Saat ini terdapat berbagai jenis perjudian online mulai dari togel online, game poker, hingga jenis slot yang paling marak beredar di tengah masyarakat.

Dengan adanya ancaman sanksi hukum, diharapkan dapat mencegah dan mengurangi praktik perjudian online di Indonesia apapun jenisnya.

Masyarakat juga perlu menyadari bahwa judi online merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat menimbulkan kerugian, baik secara materil maupun non-materil.


Referensi:

- Kominfo RI

- Heylawedu.id

- Pewarta.co.id



Tonton video berita Indonesia viral 2024 dari kanal YouTube resmi Pewarta Network.



Dapatkan informasi berita Indonesia terkini viral terbaru 2024, trending dan terpopuler hari ini dari media online TAJAM.net melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter

close